Dulu cara berpikir mayoritas masyarakat Indonesia dalam merespons isu politik terlihat simpel dan sederhana. Masyarakat percaya dengan politik yang berjalan apa adanya. Namun faktanya politik tidak sesederahana yang banyak orang pikirkan, justru cenderung rumit dan mempusingkan.
Well, melalui artikel ini saya tidak akan mengajak anda
memasuki ranah
politik yang cukup memusingkan kepala itu tetapi saya akan membagikan
beberapa informasi yang mungkin dapat berguna bagi anda semua. Namun tentu saja
bagi anda politisi anda perlu mempertimbangkan tulisan artikel ini jika anda
ingin menemukan solusi jitu untuk kampaye politik anda.
Dan bagi anda para pebisnis anda juga perlu untuk menyimak tulisan ini karena
anda juga bisa menemukan investasi terbaik
bagi bisnis anda di tulisan. Sudah siap? Ayo kita mulai.
Di zaman modern dan era smartphone ini, WhatsApp telah
menjadi salah satu layanan aplikasi yang paling banyak di gunakan oleh banyak
orang di seluruh dunia. Menurut CEO Facebook, Mark Zukerbeg layanan
chatting WhatsApp memiliki
pengguna aktif di dunia sebanyak 1,5 Milyar. Sedangkan Menurut laporan comScore mengenai
penggunaan aplikasi WhatsApp di
Indonesia tercatat bahwa aplikasi WhatsApp menempati
urutan pertama dalam aplikasi pesan instan dengan jumlah 35,8 juta orang.
Artinya, aplikasi WhatsApp merupakan
aplikasi yang paling populer di Indonesia untuk saat ini.
Lalu, apa hubungannya dengan strategi kampanye
politik? Tahukan anda bahwa di Indonesia penggunan Smartphone diatas 60% adalah
usia produktif? Dan dengan kata lain, bahwa 60% pengguna Smartphone adalah
masuk dalam kategori daftar pemilih. Berdasarkan laporan lembaga survei Zenith,
setidaknya 66,5% atau
sekitar dua per tiga masyarakat dunia kalangan dewasa, akan memiliki smartphone
pada 2018. Jumlah ini tentu meningkat dari prediksi yang mereka rilis soal
peningkatan pengguna smartphone yang
cuma menyentuh 63% pada
2017. Bagi anda sebagai
pelaku politik, harus sadar bahwa anda dapat memanfaatkan WhatsApp sebagai
salah satu alternatif untuk media promosi kampanye anda.
WhatsApp Automation System untuk solusi kampaye murah bagi
politisi pemula
Politik butuh biaya mahal, sudah menjadi rahasia umum bahwa peserta pemilu harus
menyiapkan dana tak sedikit untuk majadi kepala daerah, anggota legislatif,
ataupun presiden. menurut kompas.com, kementrian dalam negeri menyebutkan,
seorang calon bupati atau walikota butuh dana Rp. 20 Milyar hingga Rp 100 Milyar untuk
memenangi Pilkada. Untuk anggota legislatif tingkat Kota/Kabupaten setidaknya
membutuhkan biaya minimal 1 – 2 Milyar untuk
dapat menarik simpati pemilih. Rincian biaya tersebut digunakan untuk membuat
poster, membagi sembako, iklan atau yang lainnya.
Lalu, bagi anda pemilih pemula yang tidak memilih banyak
biaya yang cukup banyak/besar untuk kampaye bagaimana
anda dapat menarik simpatisan pemilih. Jawabannya adalah anda dapat
mempromosikan diri anda dengan menggunakan solusi dari PT. VanWellis
Indonesia yakni WhatsApp Automation System. Dengan WhatsApp Automation System anda tidak
perlu lagi mencetak brosur dalam jumlah besar lalu mencari atau merekrut orang
untuk menyebar brosur tersebut, cukup dengan WhatsApp anda
dapat mencantumkan brosur atau profile dari diri anda dengan menggukan file
pdf, lalu WhatsApp Automation Sytem kami akan
mengirimkannya kepada daftar pemilih yang sudah anda tentu kan. Menarik bukan?
Dan apakah ini tidak melanggar, tentu saja tidak karena WhatsApp Automation System yang kami miliki mampu memfilter konten-konten yang
dinilai tidak pantas, jadi anda bisa mempromosikan atau mengkampayenkan diri
anda tanpa harus takut melanggar kode etik atau pertaturan perudangan-undangan
pemilu yang berlaku. Dan jika bicara se efektif apa solusi kampaye
digital dengan menggunakan WhatsApp Automation system, tentu saja sangatlah efektif. Bahkan kami dapat katakan
inilah strategi
kampaye digital dan jaman now.
Mengapa demikian? Karena Jelas bahwa peserta atau pelaku online ini
harus dicapai atau diraih suaranya. Di sini tim kampanye politik bisa belajar
dari pemasar
digital. Kita harus sadar bahwa sekarang bukan lagi zamannya menarik
simpati pemilih/masyarakat dengan
menggunakan politik uang, umbul-umbul, ataupun selebaran-selebaran yang
nantinya akan menjadi sampah. Namun kita harus sadar bahwa kita harus
menggunakan cara-cara yang jauh lebih cerdas, efektif tapi
tetap harus effesien dan ekonomis.
Apakah anda tahu bahwa yang berperan besar dalam
memenangkan pasangan gubernur DKI
Jakarta Anis-Sandi. Berdasarkan Tanggerang
news.com Whatsaap menurutnya
ampuh digunakan untuk mengajak pemilih menggunakan hak politiknya. Ia
mencontohkan pada saat Pilkada
DKI Jakarta, kecenderungan pemilih mencoblos pasangan Anies-Sandi,
salah satunya karena peran komunikasi melalui jejaring Whatsapp.
Nah dengan menggunakan WhatsApp Automation System kami, maka Anda bisa jauh lebih dekat dengan para
calon pemilih anda, terlebih lagi jika anda para politisi muda. Maka anda dapat
menerapkan suatu trobosan trend kampaye jaman
now dengan WhatsApp Automation System yang juga akan membawa anda lebih dekat dengan para
pemilih generasi milleneal.
Sudah saatnya anda masukin ranah kampaye politik digital
dan mendapatkan solusi jitu untuk meningkatkan serta mempromosikan diri anda
kepada masyarakat dengan menggunakan WhatsApp Automation System.
Jika Anda memiliki minat yang sama dan tertarik
mendiskusikan bagaimana WhatsApp mampu
memberikan solusi yang dapat membantu anda dalam mempromosi atau mengkampayekan
diri anda Anda lebih Efektif, Efisien,
dan tentu saja low cost maka jangan sungkan untuk
menghubungi kami di 021-42872848 atau email di marketing@vanwellis.com
Mari jajal strategi dan kampaye politik jaman now dengan
solusi WhatsaApp Automation system bersama PT. VanWellis
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.