Kamis, 08 November 2018

Stretegi kampanye politik jaman now dengan WhatsApp Automation System.


           
Dulu cara berpikir mayoritas masyarakat Indonesia dalam merespons isu politik terlihat simpel dan sederhana. Masyarakat percaya dengan politik yang berjalan apa adanya. Namun faktanya politik tidak sesederahana yang banyak orang pikirkan, justru cenderung rumit dan mempusingkan.
Well, melalui artikel ini saya tidak akan mengajak anda memasuki ranah politik yang cukup memusingkan kepala itu tetapi saya akan membagikan beberapa informasi yang mungkin dapat berguna bagi anda semua. Namun tentu saja bagi anda politisi anda perlu mempertimbangkan tulisan artikel ini jika anda ingin menemukan solusi jitu untuk kampaye politik anda. Dan bagi anda para pebisnis anda juga perlu untuk menyimak tulisan ini karena anda juga bisa menemukan investasi terbaik bagi bisnis anda di tulisan. Sudah siap? Ayo kita mulai.

Di zaman modern dan era smartphone ini, WhatsApp telah menjadi salah satu layanan aplikasi yang paling banyak di gunakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Menurut CEO FacebookMark Zukerbeg layanan chatting WhatsApp memiliki pengguna aktif di dunia sebanyak 1,5 Milyar. Sedangkan Menurut laporan comScore mengenai penggunaan aplikasi WhatsApp di Indonesia tercatat bahwa aplikasi WhatsApp menempati urutan pertama dalam aplikasi pesan instan dengan jumlah 35,8 juta orang. Artinya, aplikasi WhatsApp merupakan aplikasi yang paling populer di Indonesia untuk saat ini.

Lalu, apa hubungannya dengan strategi kampanye politik? Tahukan anda bahwa di Indonesia penggunan Smartphone diatas 60%  adalah usia produktif? Dan dengan kata lain, bahwa 60% pengguna Smartphone adalah masuk dalam kategori daftar pemilih. Berdasarkan laporan lembaga survei Zenith, setidaknya 66,5% atau sekitar dua per tiga masyarakat dunia kalangan dewasa, akan memiliki smartphone pada 2018. Jumlah ini tentu meningkat dari prediksi yang mereka rilis soal peningkatan pengguna smartphone yang cuma menyentuh 63% pada 2017. Bagi anda sebagai pelaku politik, harus sadar bahwa anda dapat memanfaatkan WhatsApp sebagai salah satu alternatif untuk media promosi kampanye anda.

WhatsApp Automation System untuk solusi kampaye murah bagi politisi pemula

Politik butuh biaya mahal, sudah menjadi rahasia umum bahwa peserta pemilu harus menyiapkan dana tak sedikit untuk majadi kepala daerah, anggota legislatif, ataupun presiden. menurut kompas.com, kementrian dalam negeri menyebutkan, seorang calon bupati atau walikota butuh dana Rp. 20 Milyar hingga Rp 100 Milyar untuk memenangi Pilkada. Untuk anggota legislatif tingkat Kota/Kabupaten setidaknya membutuhkan biaya minimal 1 – 2 Milyar untuk dapat menarik simpati pemilih. Rincian biaya tersebut digunakan untuk membuat poster, membagi sembako, iklan atau yang lainnya.

Lalu, bagi anda pemilih pemula yang tidak memilih banyak biaya yang cukup banyak/besar untuk kampaye bagaimana anda dapat menarik simpatisan pemilih. Jawabannya adalah anda dapat mempromosikan diri anda dengan menggunakan solusi dari PT. VanWellis Indonesia yakni WhatsApp Automation System. Dengan WhatsApp Automation System anda tidak perlu lagi mencetak brosur dalam jumlah besar lalu mencari atau merekrut orang untuk menyebar brosur tersebut, cukup dengan WhatsApp anda dapat mencantumkan brosur atau profile dari diri anda dengan menggukan file pdf, lalu WhatsApp Automation Sytem kami akan mengirimkannya kepada daftar pemilih yang sudah anda tentu kan. Menarik bukan?

Dan apakah ini tidak melanggar, tentu saja tidak karena WhatsApp Automation System yang kami miliki mampu memfilter konten-konten yang dinilai tidak pantas, jadi anda bisa mempromosikan atau mengkampayenkan diri anda tanpa harus takut melanggar kode etik atau pertaturan perudangan-undangan pemilu yang berlaku. Dan jika bicara se efektif apa solusi kampaye digital dengan menggunakan WhatsApp Automation system, tentu saja sangatlah efektif. Bahkan kami dapat katakan inilah strategi kampaye digital dan jaman now. Mengapa demikian? Karena Jelas bahwa peserta atau pelaku  online ini harus dicapai atau diraih suaranya. Di sini tim kampanye politik bisa belajar dari pemasar digital. Kita harus sadar bahwa sekarang bukan lagi zamannya menarik simpati pemilih/masyarakat dengan menggunakan politik uang, umbul-umbul, ataupun selebaran-selebaran yang nantinya akan menjadi sampah. Namun kita harus sadar bahwa kita harus menggunakan cara-cara yang jauh lebih cerdasefektif tapi tetap harus effesien dan ekonomis.

Apakah anda tahu bahwa yang berperan besar dalam memenangkan pasangan gubernur DKI Jakarta Anis-Sandi. Berdasarkan Tanggerang news.com Whatsaap menurutnya ampuh digunakan untuk mengajak pemilih menggunakan hak politiknya. Ia mencontohkan pada saat Pilkada DKI Jakarta, kecenderungan pemilih mencoblos pasangan Anies-Sandi, salah satunya karena peran komunikasi melalui jejaring Whatsapp.   

Nah dengan menggunakan WhatsApp Automation System kami, maka Anda bisa jauh lebih dekat dengan para calon pemilih anda, terlebih lagi jika anda para politisi muda. Maka anda dapat menerapkan suatu trobosan trend kampaye jaman now dengan WhatsApp Automation System yang juga akan membawa anda lebih dekat dengan para pemilih generasi milleneal.
Sudah saatnya anda masukin ranah kampaye politik digital dan mendapatkan solusi jitu untuk meningkatkan serta mempromosikan diri anda kepada masyarakat dengan menggunakan WhatsApp Automation System.     

Jika Anda memiliki minat yang sama dan tertarik mendiskusikan bagaimana WhatsApp mampu memberikan solusi yang dapat membantu anda dalam mempromosi atau mengkampayekan diri anda Anda lebih Efektif, Efisien, dan tentu saja low cost maka jangan sungkan untuk menghubungi kami di 021-42872848 atau email di marketing@vanwellis.com 

Mari jajal strategi dan kampaye politik jaman now dengan solusi WhatsaApp Automation system bersama PT. VanWellis Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Bingung jual properti, WhatsApp Automation System Solusinya

Tahun 2019 sudah diambang mata. Dengan kecanggihan teknologi komunikasi , sudah umum saat tahun baru ini tiba, kita menggunakan fasilitas...